ARTIKEL PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA ditulis oleh : Rousyana Ulya Dewi


  Nama : Rousyana Ulya Dewi

Prodi : Pendidikan Informatika B

Npm : 3320110038

Tugas : Kurikulum Pembelajaran Dan Kejuruan (Membuat Artikel)

Dosen : Adi Nova Setyawan, S.Pd, M.Kom.


 Sudah tidak asing bukan, kita mendengar kurikulum? Kurikulum berasal dari Bahasa Yunani yakni “Curir” yang berarti pelari dan curere yang bermakna lintasan tepat seorang pelari berlari.

Berdasarkan asal kata, kurikulum dapat diartikan sebagai jarak lintasan yang harus ditempuh oleh seorang pelari untuk mendapatkan medali. Dan untuk mendapatkan medali, kurikulum tentu suatu hal yang dirancang untuk dilakanakan hingga selesai dan tidak terhenti di tengah perjalanan. Oleh karena itu, dapat kita fahami bahwa kurikulum merupakan Sejumlah komptensi dasar dalam mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik dengan mengikuti program dari awal hingga akhir program untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah sebagai imbalan.

 Kurikulum, di dalamnya memiliki 4 Aspek Penting, dan dengan aspek-aspek ini yang membuat berjalannya kurikulum. 

4 Aspek tersebut di antaranya;

Kompetensi

Ialah suatu Beban yang harus dikuasai oleh peserta didik selama mengikuti program pembelajaran. Komptensi tersebut tertuang dalam mata pelajaran atau mata kuliah yang diberikan dengan kriteria tertentu.

Peserta Didik. MenjadiSubjek yang melakukan pebelajaran. Peserta didik dituntut untuk menguasai beberapa kompetensi minimal agar dapat dikatakan melewati suatu jenjang tertentu. dan yang membuat jenjang tertentu. Pelaksana,S Suatulembaga yang bertanggung jawab dalam meingimplemtasikan kurikulum. Pelaksana pada awalnya hanya terdiri dari satu lembaga yakni sekolah yang menanungi peserta didik, namun dalam skala nasional tentu saja dibutuhkan banyak lembaga yang berperan untuk mengarahkan peserat didik tetap berada pada jalur yang sesuai.

Evaluasi.

proses penilaian proses implemntasi kurikulum secara keseluruhan. Evaluasi akan menilai seluruh proses baik secara partial maupun ter integrasi dengan tujuan melakukan perbaikan terhadap aspek-aspek yang ada dalam program atau bahkan program secara keseluruhan jika dianggap gagal dalam melaksanakan tujuan kurikulum.

Setelah kita memahami apa itu kurikulum dan Aspek-Aspek penting dalam kurikulum, kita juga perlu faham bagaimana sih perkembangan kurikulum di Indonesia, Berawal dari Kurikulum 1947 atau disebut Rentjana Pelajaran 1947. Kurikulum ini, menjadi kurikulum pertama sejak Indonesia merdeka. Perubahan arah pendidikan lebih bersifat politis, dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Saat itu mulai ditetapkan asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Kurikulum ini sebutan Rentjana Pelajaran 1947, dan baru dilaksanakan pada 1950. Karena kurikulum ini lahir dikala Indonesia baru merdeka, sehingga pendidikan yang diajarkan lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia merdeka, berdaulat, dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. Fokus Rencana Pelajaran 1947 tidak menekankan pendidikan pikiran, melainkan hanya pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat.

Kemudian lanjut Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Adanya kurikulum ini merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya, merinci setiap mata pelajaran sehingga dinamakan Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan Indonesia. Seperti setiap pelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Silabus mata pelajaran menunjukkan secara jelas seorang guru mengajar satu mata pelajaran. dan dilanjutkan Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964. Pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pada 1964, namanya Rentjana Pendidikan 1964. Kurikulum ini bercirikan bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmani.

Selanjutnya Kurikulum 1968. Kurikulum ini, pertama sejak jatuhnya Soekarno dan digantikan Soeharto. Bersifat politis dan menggantikan Rentjana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Kurikulum ini bertujuan membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni. Cirinya, muatan materi pelajaran bersifat teoretis, tidak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik sehat dan kuat.

 Kurikulum 1975. Pemerintah memperbaiki kurikulum pada tahun itu. Kurikulum ini menekankan pendidikan lebih efektif dan efisien. Menurut Mudjito, Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Nasional kala itu, kurikulum ini lahir karena pengaruh konsep di bidang manajemen MBO (management by objective). Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI), dikenal dengan istilah satuan pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Kurikulum 1984. Kurikulum ini mengusung pendekatan proses keahlian. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut “Kurikulum 1975 disempurnakan”. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999.

Pada tahun 1994 pemerintah memperbarui kurikulum sebagai upaya memadukan kurikulum kurikulum sebelumnya, terutama Kurikulum 1975 dan 1984. Namun, perpaduan antara tujuan dan proses belum berhasil. Sehingga banyak kritik berdatangan, disebabkan oleh beban belajar siswa dinilai terlalu berat, dari muatan nasional sampai muatan lokal. Misalnya bahasa daerah, kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Kurikulum 2004, KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi)

Pada 2004 diluncurkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sebagai pengganti Kurikulum 1994. Suatu program pendidikan berbasis kompetensi harus mengandung tiga unsur pokok, yaitu pemilihan kompetensi sesuai, spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, dan pengembangan pembelajaran. KBK mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Kegiatan belajar menggunakan pendekatan dan metode bervariasi, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.

Kurikulum 2006, KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Kurikulum ini hampir mirip dengan Kurikulum 2004. Perbedaan menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada jiwa dari desentralisasi sistem pendidikan Indonesia. Pada Kurikulum 2006, pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Guru dituntut mampu mengembangkan sendiri silabus dan penilaian sesuai kondisi sekolah dan daerahnya. Hasil pengembangan dari semua mata pelajaran dihimpun menjadi sebuah perangkat dinamakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Yang terakhir hingga saat ini, yaitu Kurikulum 2013 Kurikulum ini adalah pengganti kurikulum KTSP. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb., sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika.

Jadi, Diatas merupakan Pengertian, Aspek, dan Perkembangan Kurikulum mulai dari awal hingga akhir, perlu kita memahami agar kurikulum di Indonesia ini selalu kita pelajari dan perlu kita mengerti.

Demikian artikel yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi sesama, dan mohon maaf apabila ada kekurangan, terimakasih

Sejarah perkembangan kurikulum.2021[Online] http://adinovatrisetiyanto.blogspot.com/2021/03/sejarah-dan-perkembangan-kurikulum.html?m=1  

Sejarah kurikulum di Indonesia 2019[Online]https://gledysapricilia.wordpress.com/study/sejarah-perkembangan-kurikulum-di-indonesia/

Perkembangan kurikulum 2021[Online]https://ejournal.staidarussalamlampung.ac.id/index.php/assalam/article/download/132/193/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan di Era digital?

BASIS DATA ditulis oleh : Rousyana Ulya Dewi

DATA MINING ditulis oleh : Rousyana Ulya Dewi